Dari Sungai hingga Padang Rumput: Observasi Lingkungan Desa Patrol Baru dan Dampaknya bagi Kesehatan Hewan

 

Domba merumput di area dengan sisa sampah di sekitarnya. 
Dokumentasi pribadi.

    Lingkungan yang bersih dan terkelola dengan baik berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta kesehatan makhluk hidup. Aktivitas manusia, seperti pembuangan dan pembakaran sampah di area pemukiman, berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan memengaruhi kesehatan hewan, manusia, serta ekosistem secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan konsep One Health, yang menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan (WHO, 2017).


    Selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, mahasiswa melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar. Salah satu temuan yang terlihat adalah masih adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai serta melakukan pembakaran sampah di area pemukiman. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, terutama sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan makhluk hidup di sekitarnya, termasuk ikan dan hewan ternak. 


    Lingkungan yang kurang terkelola dengan baik dapat berdampak terhadap kesehatan hewan. Sampah yang mencemari sungai maupun lahan berpotensi membawa berbagai polutan lingkungan, seperti logam berat, plastik, dan mikroplastik yang sulit terurai di lingkungan dan dapat terakumulasi di dalam tubuh organisme (Kigarura, 2024). Polutan tersebut dapat masuk ke dalam sistem biologis melalui air, tanah, udara, maupun rantai makanan, sehingga berpotensi memengaruhi metabolisme dan kondisi fisiologis hewan secara jangka panjang. 


Aktivitas memancing di sungai sekitar pemukiman. 
Dokumentasi pribadi.


    Berdasarkan hasil observasi, terlihat pula aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk memancing ikan, serta keberadaan hewan ternak seperti domba yang digembalakan di sekitar sungai dan mengonsumsi rumput yang berada di area dengan sisa sampah maupun bekas pembakaran. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi jalur paparan polutan melalui lingkungan dan rantai makanan, baik terhadap hewan maupun manusia. Plastik berukuran besar dapat terpecah menjadi mikroplastik dan nanoplastik yang dapat dengan mudah dikonsumsi oleh organisme pada berbagai tingkat trofik, baik secara langsung maupun melalui organisme yang telah terkontaminasi (Kigarura, 2024).


    Paparan kronis terhadap polutan lingkungan, seperti logam berat dan mikroplastik, diketahui lebih sering menimbulkan dampak tidak langsung yang melemahkan kondisi kesehatan hewan dibandingkan menyebabkan kematian secara langsung. Dampak tidak langsung tersebut meliputi gangguan sistem imun, metabolisme, dan fungsi reproduksi, yang dapat menurunkan kesehatan dan daya tahan organisme dalam jangka panjang (Kigarura, 2024). Meskipun dalam kegiatan ini tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan maupun analisis kualitas lingkungan secara langsung, observasi ini memberikan gambaran awal mengenai potensi risiko lingkungan terhadap kesehatan hewan di sekitar Desa Patrol Baru.  


    Secara keseluruhan, hasil observasi ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kesehatan lingkungan dan kesehatan hewan. Dalam perspektif kedokteran hewan, upaya menjaga kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan melalui pengelolaan lingkungan yang baik. Observasi selama kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi akademik serta sumber informasi awal mengenai potensi permasalahan lingkungan di Desa Patrol Baru, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi terciptanya kondisi lingkungan yang lebih sehat bagi hewan, manusia, dan ekosistem secara berkelanjutan.    


Daftar Pustaka


Kigarura, M. 2024. Impact of Environmental Pollution on Animal Health and Ecosystem Stability. Journal of Animal Habitat and Environmental Interactions, 1(1). pp.33-40 doi:https://doi.org/10.17051/JAHEI/01.01.05


World Health Organization (WHO). 2017. One Health. Available at:  https://www.who.int/health-topics/one-health#tab=tab_1.  (Accessed at: February 7, 2026)


Komentar

Postingan Populer