Trash to Treasure: Mengubah Sampah Menjadi Tayangan Inspiratif
Masalah sampah di lokasi KKN seringkali dianggap sebagai latar belakang yang mengganggu estetika desa, padahal di baliknya tersimpan potensi besar yang belum tergarap. Melalui program kerja sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), kami berusaha mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber daya yang bernilai guna. Langkah ini bukan sekadar upaya menjaga kebersihan, melainkan bentuk kepedulian nyata mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan di tingkat desa.
Storytelling: Mengubah Sampah Menjadi Narasi yang Hidup
Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, khususnya jurusan Televisi dan Film, penulis memandang program ini lebih dari sekadar aktivitas peduli lingkungan. Proses pembuatan POC adalah sebuah narasi visual yang kuat tentang bagaimana transformasi dari barang "tak terlihat" menjadi sesuatu yang menghidupi tumbuhan. Kami menggunakan pendekatan komunikasi visual dan teknik storytelling dalam sosialisasi agar pesan mengenai pengelolaan sampah ini lebih mudah dicerna, menarik, dan mampu menggerakkan emosi warga untuk ikut terlibat.
Produksi di Lapangan: Dokumentasi sebagai Warisan Digital
Dalam sesi demonstrasi, kami mempraktikkan cara mencacah sisa sayuran, mencampurnya dengan larutan, hingga proses fermentasi di dalam wadah tertutup. Di sinilah peran keahlian penyutradaraan dan sinematografi kami ambil bagian setiap tahapan didokumentasikan untuk dijadikan konten edukasi digital yang berkualitas. Dengan begitu, ilmu pembuatan pupuk ini tidak hanya berhenti di balai desa, tetapi bisa tersebar luas melalui platform video sebagai warisan digital bagi warga setempat.
Sinergi antara pengelolaan sampah dan komunikasi visual ini membuktikan bahwa mahasiswa film tidak hadir di balik layar kaca, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lapangan. Melalui visualisasi yang tepat, isu lingkungan yang awalnya membosankan bisa bertransformasi menjadi tren gaya hidup yang keren bagi masyarakat desa. Program ini adalah bukti bahwa "pesan" yang baik memerlukan "medium" yang tepat agar dampak yang dihasilkan bisa maksimal dan berkelanjutan.
Saran untuk sobat KKN agar program ini sukses, jangan hanya fokus pada aspek teknis pembuatan pupuk saja. Manfaatkan keahlian membuat skenario pendek atau konten video
yang menarik untuk mengajak warga berpartisipasi. Pastikan alat dan bahan yang digunakan mudah ditemukan di sekitar desa agar warga bisa menduplikasi prosesnya secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Komentar
Posting Komentar