Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Menyulam Ekonomi Biru di Lahan Hijau Patrol Baru

Desa Patrol Baru, di jalur utama Pantura, Kabupaten Indramayu, selama ini dikenal sebagai desa agraris yang tangguh. Masyarakatnya mayoritas bertani padi, cabai, bawang, dan mangga, serta beberapa UMKM yang mulai menggeliat. Walaupun secara geografis desa ini cukup dekat dengan garis pantai, wilayah pesisir yang ada tidak cukup luas untuk aktivitas nelayan berskala besar. Akibatnya, mayoritas warga tidak memiliki pengalaman di sektor perikanan, dan perekonomian desa selama ini sepenuhnya berbasis daratan. Namun, Bappenas (2020) menyiratkan bahwa kawasan Pantura Jawa merupakan simpul strategis ekonomi maritim nasional karena mengintegrasikan sentra produksi darat dengan pelabuhan, pasar, serta pusat konsumsi. Artinya, walaupun Patrol Baru tidak sepenuhnya pesisir, desa tersebut secara struktural tetap terikat pada sistem ekonomi laut. Tak hanya itu, kondisi tidak adanya nelayan bukan berarti laut menjadi peluang tertutup. Sektor kelautan modern tidak selalu identik dengan menangkap ikan...

Postingan Terbaru

Potensi Ekonomi yang Terlewatkan di Lanskap Pertanian Desa Patrol Baru

Menjadi Mata dan Tangan di Patrol Baru: Transformasi UMKM Bersama Mahasiswa KKN

Menguatkan Literasi Keuangan Melalui Acara "Lokal Berdaya, Usaha Tertata" dan Akses Informasi Bansos Melalui "Banner X" sebagai Upaya Penanganan Kemiskinan di Desa Patrol Baru

Patrol Baru Bersemi: Aksi Nyata Mahasiswa KKN Ajak Siswa SD Sulap Sampah Jadi Pupuk.

Dialek Dermayon dan Identitas Bahasa Warga Desa Patrol Baru: Catatan Sosiolinguistik

Sejarah Desa Patrol Baru; Petani menjadi Perantau

Peluang Pendidikan, Karier, dan Pengembangan SDM Remaja Desa Patrol Baru melalui Peran Literasi Bahasa Jepang

Jeda di Balik Sapa: Menilik Proses Mental Translation dan Fonologis Masyarakat Patrol Baru Terhadap Mahasiswa KKN